kamu tentu masih ingat bukansekarang
kamu akan pelajari kembali
mempelajari benda benda di
sekitarmu
ayo dengarkan penjelasan berikut
!
sabun mandi
sabun untuk membersihkan tubuh cara
memakainya gosokkan ke seluruh tubuh
bilas tubuh dengan air sikat gigi
dan pasta gigi
sikat gigi untuk membersihkan
gigi cara memakainya: tuangkan pasta pada sikat gigi
sikatlah gigi ke atas dan ke
bawahsikatlah sampai bersih dan putih berkumurlah untuk membersihkan mulut
shampo
shampo untuk membersihkan rambut.
cara memakainya :tuangkan shampo di telapak tanganusapkan pada rambutpijat
rambut dan kepala hingga berbusabilas dengan air sampai bersih
menyampaikan rasa suka dan tidak
suka
kamu tentu pernah menyukai
sesuatusesuatu itu membuat kamu senang kamu akan mengungkapkan rasa suka sebaliknya
kalau kamu tidak menyukai sesuatusesuatu itu membuat kamu sedih kamu
mengungkapkan rasa tidak suka
ayo perhatikan contoh berikut !
aku suka menyapu lantai rumahku
menjadi bersih, rumahku tidak ada kuman
lantai bersih indah dipandang aku
suka merapikan tempat tidurku
kamarku menjadi rapi, kamarku
tidak berantakan. aku tidak suka mencoret dinding
dinding akan menjadi kotor, dinding
tidak enak dipandang. Aku juga tidak
suka kuku panjang, karean kuku panjang menjadi kotor dan kuku banyak kuman.
benda dapat
dibedakan satu sama lainbenda dibedakan berdasarkan ciri ciri tertentumisalnya
bentuk ukuran atau warna
1. bentuk benda
bentuk benda
bermacam macam , ada bentuk segitiga dan persegi, ada bentuk lingkaran lonjong
dan batang, ada pula bentuk kubus balok dan tabung
a.berbagai benda ada di kamarku
bentuknya
bermacam macambantal berbentuk persegi, guling berbentuk lonjong
lemari berbentuk
balok, jam dinding berbentuk lingkaran, gelas berbentuk tabung
b.berbagai
benda ada di kelasku
bentuknya bermacam macam ada penggaris
berbentuk segitiga, pensil berbentuk batang
buku tulis berbentuk persegi, papan
tulis berbentuk persegi, ubin dan pintu juga berbentuk persegi,kapur tulis
berbentuk lonjong,tempat kapur tulis berbentuk kubus,penghapus berbentuk balok
2. ukuran benda
benda benda di sekitarku berbeda
ukuranada benda berukuran kecil ada juga benda berukuran besar. sepeda orang
dewasa berukuran besar sedangkan sepeda anak berukuran kecil. kerbau berukuran
besar, sedangkan tikus berukuran kecil
3. Bau Benda
aku senang merawat tanamanaku
menanam bunga di taman. ada bunga melati dan mawar. bunga melati dan mawar berbau
wangi
ibu membeli ikan segar di pasar, ada
ikan lele mujair dan bawal. ikan ikan segar itu berbau amis.
4. warna benda
aku suka sekali bunga warna bunga
bermacam macam ada merah putih dan kuning
ada juga biru ungu dan jingga .semuanya
indah dan menawan hati ,aku suka semuanya
warna buah juga beraneka macam.buah
pisang berwarna kuning, buah rambutan berwarna merah, buah serikaya berwarna
hijau
Pada umumnya, permainan tradisional memiliki
ciri kedaerahan asli sesuai dengan tradisi budaya setempat. Oleh karena itu,
dalam pelaksanaannya, unsur-unsur permainan rakyat dan permainan anak sering
dimasukkan dalam permainan tradisional. Dimungkinkan juga untuk memasukkan
kegiatan yang mengandung unsur seni seperti yang biasa kita sebut dengan seni
tradisional. Permainan tradisional memiliki ciri yang punya unsur tradisi dan
berkaitan erat dengan kebiasaan atau adat suatu kelompok masyarakat tertentu.
Kegiatan yang dilakukan harus mengandung unsur fisik nyata yang melibatkan
kelompok otot besar dan juga mengandung unsur bermain sebagai landasan maksud
dan tujuan dari kegiatan tersebut.
Setiap anak menyukai aktivitas bermain. Permainan anak sangat banyak
ragamnya. Ada permainan tradisional, ada juga permainan modern. Permainan
tradisional adalah
permainan khas. Setiap daerah di Indonesia memiliki permainan
tradisionalnya masing- masing. Ada jenis permainan tradisional yang cara bermainnya
sama, namun namanya berbeda tergantung dari daerahnya masing-masing.
Jenis permainan tradisional
CONGKLAK
Ini jenis permainan tradisonal yang masih banyak
dimainkan. Alat yang dikenal juga dengan sebutan “dakon” ini masih banyak
dijual di pasaran. Konon Ibu Bapak guru, ini adalah salah satu permainan tertua
di dunia. Permainannya, bukan alatnya. Jika benar kita perlu berbangga telah
mewarisi salah satu permainan yang legendaris.
Cara bermainnya adalah dengan mengambil
biji-bijian yang ada di lubang bagian sisi milik kita kemudian mengisi
biji-bijian tersebut satu-persatu ke lubang yang dilalui termasuk lubang induk
milik kita (lubang induk sebelah kiri) kecuali lubang induk milik lawan. Jika
biji terakhir jatuh di lubang yang terdapat biji-bijian lain maka biji-bijian
tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya.
Begitu seterusnya sampai biji terakhir jatuh kelubang yang kosong. Jika biji
terakhir tadi jatuh pada lubang yang kosong maka giliran pemain lawan yang
melakukan permainan. Permainan ini berakhir jika biji-bijian yang terdapat pada
lubang yang kecil telah habis dikumpulkan. Pemenangnya adalah yang paling
banyak mengumpulkan biji-bijian kelubang induk miliknya.
ENGKLEK
Meski namanya berbeda-berbeda, cara memainkannya
sama, yakni pemain meloncati bidang-bidang datar yang digambar di atas tanah,
dengan menggunakan satu kaki. Pada ujung petak dibuat gundukan seperti gunung.
Pemain harus meloncat dengan menggunakan satu kaki dari petak satu ke petak
berikutnya. Sambil meloncat, ia memegang gaco untuk dilemparkan ke
masing-masing petak dan kemudian pemain melakukan lompatan ke dalam petak-petak
tersebut.
Setelah melompat ke satu petak pemain mengambil
gaco tersebut kemudian dilemparkan lagi ke petak selanjutnya. Gaco yang
dilempar tidak boleh melebihi batas petak, jika melewati maka pemain dinyatakan
gugur dan diganti oleh pemain lainnya. Pemain yang berhasil menyelesaikan keseluruhan
engklek terlebih dulu dinyatakan sebagai pemenang.
#4 GOBAK SODOR
Untuk bisa memainkannya harus ada dua kelompok,
satu kelompok sebagai tim laku dan satu kelompok sebagai tim jaga. Inti
permainannya adalah tim jaga yang berdiri tepat di garis depan petak harus
menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara
bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara
lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Kita wajib meyakini keberadaan Kitab-kitab Allah
Swt. Diantara
Kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para
rasul-Nya adalah Taurat,
Zabur, Injil dan Al-Qur'an. Ayo untuk lebih
jelasnya kita cermati Kitabkitab Allah berikut ini!
1. Kitab Taurat
Taurat berbahasa Ibrani yang artinya syariah atau
perintah. Kitab Taurat
diturunkan kepada Nabi Musa AS. Isi kitab Taurat
adalah keyakinan untuk menyembah Allah Swt. serta larangan menyembah berhala.
Di dalam Kitab Taurat ini juga menerangkan tentang kedatangan Nabi Muhammad
Saw. sebagai rasul terakhir.
2. Kitab Zabur
Zabur artinya tulisan. Kitab Zabur diturunkan
kepada Nabi Daud AS. Kitab Zabur berbahasa Qibti berisi tentang beberapa zikir,
pengajaran, dan hikmah. Kitab Zabur merupakan petunjuk atau wahyu dari Allah dan
berlaku pada umat Bani Israil.
3. Kitab Injil
Kitab Injil diberikan kepada Nabi Isa AS. Kitab
Injil berbahasa Yunani yang dalam bahasa Arabnya berarti Albisyarah atau kabar
gembira. Kitab Injil diturunkan sebagai pedoman hidup yang berisi tentang
keterangan dan ajaran-ajaran yang membenarkan atau memperkuat ajaran yang terdapat
dalam Kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Zabur. Kitab Injil merupakan
pedoman bagi kaum Nasrani.
4. Kitab Suci Al-Qur'an
Al-Qur'an artinya bacaan atau yang dibaca.
Al-Qur'an adalah wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
yang berbahasa Arab. Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22
tahun, 2 bulan dan 22 hari.
Karakteristik cerita anak tidak berbeda halnya
dengan hakikat sastra pada umumnya. Menurut Nurgiyantoro (2005:218) pada
hakikatnya sastra adalah citra kehidupan, gambaran kehidupan. Selanjutnya
menurut pendapat Lukens (2003:8) “Cerita anak adalah cerita yang menceritakan
tentang gambar-gambar dan binatang-binatang maupun manusia dengan lingkungan”.
Dalam cerita anak tergambar peristiwa kehidupan
karakter tokoh dalam menjalani kehidupan sebagaimana diungkapkan dalam alur
cerita. Dengan demikian cerita anak adalah subjek yang menjadi fokus perhatian,
dan hal itu tercermin secara konkret dalam cerita. Menurut Nurgiyantoro
(2005:35) “Cerita anak adalah cerita yang di mana anak merupakan subjek yang
menjadi fokus perhatian. Tokoh cerita anak boleh siapa saja, namun mesti ada
anak-anaknya, dan tokoh anak itu tidak hanya menjadi pusat perhatian, tetapi
juga pusat pengisahan”.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa cerita anak adalah cerita yang mengantarkan dan berangkat dari kaca mata
anak.
Unsur-Unsur Cerita Anak
Cerita fiksi anak terdiri dari unsur intrinsik dan
unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur cerita yang secara
langsung berada di dalam dan menjadi bagian, dan ikut membentuk eksitensi
cerita seperti tokoh, latar, dan sudut pandang. Sedangkan unsur ekstrinsik
adalah jati diri pengarang yang mempunyai ideologi, pandangan hidup bangsanya,
kondisi kehidupan sosial-budaya masyarakat yang dijadikan latar cerita. Adapun
yang dipaparkan pada pembahasan ini adalah unsur-unsur intrinsik yaitu :
Tokoh
Dalam cerita fiksi anak, tokoh merupakan unsur yang
menarik perhatian dan mengesankan. Nurgiyantoro (2005:222) mengemukakan bahwa
tokoh cerita menjadi fokus perhatian baik pelukisan fisik maupun karakter.
Tokoh cerita yang dimaksud sebagai pelaku yang
dikisahkan dalam cerita fiksi lewat alur. Dalam cerita anak, tokoh tidak harus
manusia, tapi dapat juga berupa binatang atau objek lain yang biasanya dalam
bentuk personafikasi manusia. Tokoh-tokoh cerita yang menjadi hero pasti akan
diidolakan anak-anak, misalnya tokoh film “Bawang Putih dan Bawang Merah”,
“Harry Potter”, juga tokoh komik “kapten Tsubasa”, “Crayon Sincan”, dan
lain-lain.
Nurgiyantoro (2005:165) mengemukakan, “Bahwa tokoh
cerita dapat dipahami sebagai seseorang yang ditampilkan dalam teks cerita
naratif yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan
tertentu sebagaimana diekspresikan lewat kata-kata dan wujud dalam tindakan”.
Alur Cerita
Dalam kaitannya dalam teks suatu cerita, alur
berhubungan dengan berbagai hal seperti peristiwa, konflik yang terjadi, dan
akhirnya mencapai klimaks serta bagaimana kisah itu diselesaikan. Menurut
Sudjiman (1987:29), Alur (plot) adalah peristiwa yang diurutkan sehingga
membangun tulang punggung cerita. Alur berkaitan dengan masalah bagaimana
peristiwa, tokoh dan segala sesuatu digerakkan, dikisahkan sehingga suatu
rangkaian cerita yang padu dan menarik. Selain itu alur juga mengatur berbagai
peristiwa dan tokoh itu tampil dalam urutan yang enak, menarik tetapi juga
terjaga kelogisannya dalam kelancaran ceritanya.
Sumardjo dan Saini (1991:139) mengatakan bahwa :
“Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang
satu sama lain dihubungkan dengan sebab akibat. Artinya, peristiwa pertama
menyebabkan terjadinya peristiwa kedua, peristiwa kedua menyebabkan terjadinya
peristiwa ketiga, dan demikian selanjutnya, hingga pada dasarnya terakhir
ditentukan terjadinya oleh peristiwa pertama”.
Kasim (1994:151) mengatakan bahwa :
Alur cerita adalah jalinan atau rangkaian peristiwa
yang dikisahkan dalam karya satra untuk mencapai efek tertentu. Rangkaian
peristiawa ini di sana terjalain secara seksama dari pengenalan peristiwa,
rumitnya suasana, klimaks dan penyelesaiannya peristiwa. Alur cerita merupakan
rangkaian berbagai peristiwa yang terjadi secara sambung menyambung dan
akhirnya menjadi sebuah certa yang menarik.
Selanjutnya menurut Sudjiman (1987:29), alur (plot)
adalah peristiwa yang diurutkan sehingga membangun tulang punggung cerita. Alur
cerita dapat menghadirkan tokoh sehingga mampu tampil sebagai sosok pribadi
yang menarik dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tokoh cerita tidak akan
hadir dan berkembang tanpa alur cerita yang menggerakkannya, dan sebaliknya
alur pun tidak dapat dikembangkan tanpa tokoh yang menjadi fokus
pengembangannya. Singkatnya, ada hubungan erat antara tokoh dan alur cerita.
Alur cerita tidak lain adalah cerita tentang tokoh, riwayat hidup, dan lain -
lain yang terkait dengan tokoh.
Latar
Latar/setting dapat dipahami sebagai tumpuan
berlangsungnya berbagai peristiwa dan kisah dalam cerita fiksi tidak dapat
terjadi begitu saja tanpa kejelasan. Apalagi untuk cerita fiksi anak yang dalam
hal banyak memerlukan rincian konkret yang lebih menjelaskan apa dan bagaimana
berbagai peristiwa yang dikisahkan.
Latar menunjukkan tempat, yaitu lokasi di mana
cerita itu terjadi, waktu, kapan cerita itu terjadi, dan lingkungan sosial
budaya, keadaan masyarakat tempat tokoh dan peristiwa terjadi.
Latar terdiri atas tiga unsur, yaitu latar tempat,
latar waktu, dan latar lingkungan sosial budaya. Latar tempat menunjukkan
tempat di mana cerita yang dikisahkan itu terjadi. Dalam cerita anak, deskripsi
tentang latar tempat cukup penting untuk membantu anak memahami dan
mengembangkan imajinasi. Lewat deskripsi latar, pembaca akan memperoleh
pengetahuan dan persepsi baru, dan itu merupakan suatu bentuk pengalaman batin
yang berharga.
Tema
Secara sederhana tema dapat dipahami sebagai
gagasan yang mengikat cerita. Menurut Nurgiyantoro (2005:260) “Tema merupakan
dasar pengembangan cerita”. Sedangkan menurut Keraf (1984:107), “Tema adalah
suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Sebagai
suatu gagasan yang ingin disampaikan tema dijabarkan dan dikonkretkan melalui
unsur-unsur intrinsik yang lain seperti tokoh, alur, dan latar. Pemahaman
terhadap tema suatu cerita adalah pemahaman terhadap makna itu sendiri. Tema
merupakan gagasan utama.”
Tema lazimnya berkaitan dengan berbagai masalah kehidupan
manusia, karena sastra berbicara tentang Tuhannya, manusia dengan dirinya
sendiri, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungannya. Tema apa
yang akan diangkat ke dalam suatu cerita fiksi tergantung pada kemampuan
penulis, tetapi yang paling banyak ditemukan adalah tema yang berkaitan dengan
interaksi antar sesama.
Moral
Moral dapat dipahami sebagai sesuatu yang ingin
disampaikan kepada pembaca. Moral berkaitan dengan masalah baik dan buruk.
Untuk cerita anak istilah moral dapat dipahami secara lebih konkret sebagai
mengajarkan. Kehadiran moral dalam cerita fiksi dapat dipandang sebagai semacam
saran terhadap perilaku moral tertentu yang bersifat praktis, tetapi bukan
resep atau petunjuk bertingkah laku. Ia dikatakan praktis karena ajaran moral
itu disampaikan lewat sikap dan perilaku konkret sebagaimana ditampilkan oleh
para pelaku cerita. Dengan demikian, kehadiran dalam unsur moral dalam suatu
cerita fiksi, apalagi fiksi anak, tentulah merupakan sesuatu yang mesti ada.
Sudut Pandang
Nurgiyantoro (2005:284) mengemukakan “Sudut pandang
merupakan cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana
penampilan tokoh, tindakan, dan peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah
teks fiksi kepada pembaca”. Jadi sudut pandang pada hakikatnya adalah suatu
cara, strategi atau siasat yang sengaja dipilih pengarang untuk mengungkapkan
cerita dan gagasannya. Secara lebih konkret dan spesifik sudut pandang adalah
‘siapa yang melihat’, ‘siapa yang berbicara’, atau ‘dari kacamata siapa sesuatu
itu dibicarakan’.
Style
Bahasa yang dipergunakan dalam teks-teks sastra
dapat dipandang sebagai representasi suatu stile yaitu stile penulisannya.
Stile itu sendiri harus dapat dipahami oleh pembaca, di dalam cerita itu
pengarang juga ingin mempengaruhi pembaca (anak) untuk memberikan sikap
sebagaimana yang diberikan secara implisit dalam cerita.
Apresiasi Cerita Anak
Apresiasi adalah pengalaman secara sadar
(penghayatan) tentang segala sesuatu dalam jiwanya (dirinya) sendiri yang
menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide-ide baru (Alwi,
2001:53). Apresiasi adalah penilaian baik, penghargaan. Mengapresiasi adalah
memberi penilaian terhadap sesuatu atau sesuatu itu lebih baik adanya atau
sering dikatakan pemberian penghargaan kepada sesuatu.
Kegiatan mengapresiasi pada dasarnya adalah
kegiatan individual yang bersifat subjektif, maksudnya setiap individu
mempunyai kemungkinan pemahaman, penghayatan yang berbeda sesuai dengan nilai,
kesungguhan, kejujuran, kepekaan, emosional serta pengetahuan dan pengalaman
kehidupan masing-masing. Menurut Nurgiyantoro (2005:35) “Cerita anak adalah
cerita di mana anak adalah subjek yang menjadi fokus perhatian. Tokoh cerita
anak boleh siapa saja, namun mesti ada anak-anaknya, dan tokoh anak itu tidak hanya
menjadi pusat perhatian, tetapi juga pusat pengisahan”. Cerita anak adalah
cerita yang mengantarkan dan berangkat dari kacamata anak. Cerita anak terutama
ditujukan kepada pembaca anak walau dalam praktiknya orang dewasa juga banyak
yang membacanya.
“Apresiasi cerita anak adalah suatu kegiatan untuk
memperoleh pelajaran yang berharga sebagai pengalaman kehidupan anak sesuai
dengan dunianya untuk mengembangkan fantasinya” (Nurgiyantoro, 2005:219).
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa apresiasi cerita anak adalah suatu penilaian, pemahaman, penikmatan, dan
penghargaan terhadap cerita anak.