Senin, 25 Desember 2017

Tematik Kelas 5 Tema 2 subtema 2

Penyebab Gangguan Pada Alat Pernafasan Manusia 


Apa saja penyebab terjadinya gangguan pernapasan? Berikut faktor-faktor penyebab gangguan pernapasan.
1.  Faktor Fisik
Adanya kelainan pada organ pernapasan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Misalnya pada bayi terlahir dini (prematur) organ pernapasannya mungkin belum sempurna sehingga memerlukan alat bantu pernapasan.
2.  Faktor Penyakit
Banyak penyakit menyebabkan gangguan pada pernapasan. Misalnya influenza, asma, bronkitis, emfisema, dan kanker paru-paru.
3.  Faktor Lingkungan
Kita bernapas untuk menghirup oksigen. Lingkungan kotor, asap kendaraan, asap pabrik, dan asap rokok mencemari udara. Udara tercemar menyebabkan ketersediaan oksigen menipis sehingga kita merasa sesak saat bernapas.Kamu telah mengetahui berbagai penyebab gangguan pada pernapasan manusia. Lakukan kegiatan berikut bersama teman kelompokmu.
Contoh berita
Salah satu faktor penyebab gangguan pernapasan adalah lingkungan. Banyak
berita tentang pengaruh lingkungan bagi kesehatan, terutama pernapasan.
Berikut cuplikan salah satu berita di Majalah Tempo edisi 21-27 September
2015.
Kuldesak Lantaran Jerebu
Aroma sangit asap dari lahan yang terbakar menusuk hidung warga Pekanbaru, Riau. Pada Selasa pekan lalu, seantero kota diselimuti kabut. Jalanan lengang dan pagi itu meredup lantaran sinar matahari tersaput asap.
Kebanyakan penduduk memilih tinggal di rumah. Meski begitu, asap tetap masuk lewat ventilasi.
“Tak ada lagi tempat berlindung. Di rumah saja sudah tak aman,” ujar Asep
Dadan Muhanda kepada Tempo.
Khawatir terhadap kesehatan dua anaknya yang masih kecil, pria 34 tahun itu memboyong keluarganya ke luar kota. Dari rumahnya di Kecamatan Tampan, Asep mengungsi ke tempat sanaknya di Kota Bukittinggi. Apalagi
sekolah dasar anak sulungnya diliburkan hingga waktu yang tak pasti. Hampir
semua sekolah di Pekanbaru telah diliburkan sejak awal September lalu.
Langkah meninggalkan Riau untuk sementara waktu memang tepat.
Menurut pantauan satelit Terra dan Aqua milik Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA), angin membawa asap kebakaran lahan dari Sumatra Selatan
dan Jambi ke Riau. Itu berarti asap akan terus menumpuk di Riau jika tidak
ada penanganan.
Asap pembakaran jelas berbahaya karena mengandung partikel kimia
yang tak cocok bagi tubuh manusia. Ada partikel kasatmata dan partikel tak
kasatmata. Partikel kasatmata berupa debu. Partikel tak kasatmata berupa
sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan ozon. Jika seluruh
partikel melebihi 350 part per million(ppm), akan timbul penyakit.
Indeks pencemaran udara di Riau mencapai level 710 ppm. Ini berarti
petaka bagi penduduk. Terbukti, jumlah pengidap gangguan pernapasan
tinggi. Dinas Kesehatan mencatat ada 26 ribu lebih pengidap infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA), 3.000 lebih penderita iritasi mata dan kulit, 1.200
penderita asma, serta 500 pengidap pneumonia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar